Apa itu Android? Kelebihan dan Kekurangan Android | www.depokwebsite.com
Apa itu Android?
Daftar Isi
1. Apa itu Android?
2. Kelebihan OS Android
3. Kekurangan OS Android
4. Sistem Operasi Android
Android
adalah sistem operasi (OS) yang umum digunakan pada perangkat mobile seperti HP
dan tablet.
Sejarah android sendiri dimulai pada tahun 2007.
Saat itu, OS ini secara resmi dikembangkan oleh Open Handset Alliance,
yaitu konsorsium (asosiasi) yang terdiri dari 84 perusahaan. Beberapa di
antaranya adalah perusahaan multi-nasional ternama seperti Google, Intel, Sony,
dan Samsung.
Ngomong-ngomong, fungsi Android apa sih?
Seperti sistem operasi pada umumnya,
Android berfungsi untuk:
- Mengelola sumber daya perangkat, seperti
memory dan disk space.
- Mengeksekusi aplikasi dan software.
- Menampilkan user interface.
Sepanjang sejarahnya, Android pun
sudah beberapa kali melakukan upgrade. Dan setiap upgrade memiliki penamaan
versi yang berbeda-beda. Yuk kita lihat di bagian selanjutnya!
Daftar Versi
Android
Berikut adalah daftar versi Android
beserta penamaan dan tanggal rilisnya:
|
Versi |
Nama |
Tanggal Rilis |
|
1.0 |
Tidak ada nama resmi yang digunakan. |
23 September 2008 |
|
1.1 |
Tidak ada nama resmi yang digunakan. |
9 Februari 2009 |
|
1.5 |
Cupcake |
27 April 2009 |
|
1.6 |
Donut |
15 September 2009 |
|
2.0 – 2.1 |
Eclair |
26 Oktober 2009 |
|
2.2 – 2.2.3 |
Froyo |
20 Mei 2010 |
|
2.3 – 2.3.7 |
Gingerbread |
6 Desember 2010 |
|
3.0 – 3.2.6 |
Honeycomb |
22 Februari 2011 |
|
4.0 – 4.0.4 |
Ice Cream Sandwich |
18 Oktober 2011 |
|
4.1 – 4.3.1 |
Jelly Bean |
9 Juli 2012 |
|
4.4 – 4.4.4 |
KitKat |
31 Oktober 2013 |
|
5.0 – 5.1.1 |
Lollipop |
12 November 2014 |
|
6.0 – 6.0.1 |
Marshmallow |
5 Oktober 2015 |
|
7.0 – 7.1.2 |
Nougat |
22 Agustus 2016 |
|
8.0 – 8.1 |
Oreo |
21 Agustus 2017 |
|
9 |
Pie |
6 Agustus 2018 |
|
10 |
Android 10 |
3 September 2019 |
|
11 |
Android 11 |
8 September 2020 |
Ya, memang butuh waktu yang cukup lama
untuk mencapai titik yang sudah diraih Android
saat ini. Berawal dari Android 1.0
yang fitur-fiturnya mendasar seperti web browser dan media player, berikut
adalah beberapa fitur terbaru yang dimiliki oleh Android 11:
- Fitur screen recording yang
sudah built-in. Sehingga kamu tak perlu menginstal aplikasi
tambahan.
- Fitur voice recognition yang
lebih cepat dan intuitif. Jadi kamu bisa dengan mudah menggunakan
perangkat menggunakan suara.
- Menghubungkan perangkat dengan mobil
menjadi lebih simpel dengan Android Auto.
- Pengaturan izin aplikasi dapat dikelola
secara lebih mudah.
- Kamu bisa mengontrol semua device yang
terkoneksi dengan smartphone-mu.
Kelebihan OS Android
Sebagai sistem operasi dengan market share terbesar, Android memiliki segudang fitur dan
fungsionalitas yang memudahkan pengguna dalam melakukan kustomisasi atau
perubahan sesuai keinginan dan kebutuhan. Sifatnya yang open source memungkinkan pengembang untuk melakukan
perubahan pada kode sistem. Alasan inilah yang membuat vendor smartphone
mengembangkan user interface-nya sendiri sesuai dengan ciri khas yang mereka
inginkan. Simak beberapa poin kelebihan yang dimiliki OS Android berikut ini.
1. Tersedia beragam aplikasi
dan game
Pengguna disuguhkan banyak ragam pilihan aplikasi dan game, yang
dapat digunakan sesuai kebutuhan. Aplikasi
pada sistem Android di dasarkan atas kategori yang dapat pengguna temukan dan
unduh melalui Google Play Store. Pengguna juga dapat
mengunduh aplikasi dari market store pihak ketiga (selain dari Google Play Store). Beberapa vendor smartphone telah
menyediakan toko aplikasi seperti GetApps dari Xiaomi, App Market dari OPPO, dan masih banyak lagi.
2. Mendukung aplikasi pihak
ketiga
Pengguna juga dapat menginstall aplikasi dari pihak ketiga.
Untuk mengunduh aplikasi ini pengguna harus mengakses dari situs web berbeda. Dengan mengotorisasi aplikasi, pengguna dapat
memilih aplikasi dari Google Play Store atau situs web lain sesuai yang
diinginkan. Dalam menginstall aplikasi dari pihak ketiga,
beberapa model smartphone mengharuskan pengguna untuk melakukan perizinan
pemasangan aplikasi pihak ketiga melalui menu Setelan Android.
3. Tampilan notifikasi yang baik
Semua pemberitahuan aplikasi pada sistem ini tertata dengan baik
dalam hal penampilannya baik itu pesan, email, baterai, dan
aplikasi lainnya. Hal ini dapat diakses pengguna hanya dengan meluncurkan atau
swipe layar dari atas ke bawah. Selain itu,
pengguna juga dapat melihat notifikasi dengan mode kunci. Kustomisasi
notifikasi pada ponsel Android sangat mudah, pengguna dapat memilih mana yang
perlu ditampilkan dan mana yang tidak perlu ditampilkan.
4. Berjalan pada berbagai model perangkat seluler
Sistem operasi Android
dapat berjalan pada berbagai perangkat seluler meliputi; Samsung, OPPO, Realme, VIVO, Xiaomi, ASUS, dan masih
banyak lagi. Banyak vendor smartphone juga menawarkan spesifikasi yang sangat
beragam mulai dari yang low-end, mid-range, high-end, hingga yang Flagship.
Pengguna dapat memilih ponsel Android sesuai dengan dana atau anggaran yang
dimiliki.
5. Berbagi internet antar
perangkat
Dengan fitur hotspot di sistem Android, memungkinkan pengguna
untuk berbagi (tethering) jaringan internet dengan perangkat lain. Bahkan
apabila Anda dalam satu keluarga memiliki ponsel Android, satu jaringan internet dapat dibagikan ke seluruh anggota
keluarga, hal ini tentu dapat menghemat paket data internet.
6. Memori dapat diperluas
Smartphone dan tablet Apple (iPhone dan iPad) tidak memiliki
dukungan memori eksternal. Sedangkan banyak dari perangkat Android memiliki
dukungan memori eksternal, sehingga pengguna lebih leluasa dalam menyimpan data
maupun menginstall aplikasi dan game berukuran besar. Hal ini dapat dilakukan dengan membeli dan
memasang kartu memori tambahan ke ponsel. Dengan dukungan
memori eksternal tersebut, pengguna tidak perlu cemas ketika ingin menyimpan
file dokumen, video, audio, gambar, foto, dan sejenisnya dalam ukuran besar.
7. Mendukung kerja aplikasi secara bersamaan
OS Android
memungkinkan pengguna untuk mengerjakan tugas aplikasi secara efektif dan
cepat. Android dengan spesifikasi mumpuni akan membantu Anda menjalankan
beberapa aplikasi dalam satu waktu secara bersamaan (multitasking). Seperti
saat Anda melakukan editing foto bersamaan dengan membuka Instagram atau Facebook, dan di saat
itu Anda juga dapat mendengarkan musik dengan leluasa.
Aktivitas multitasking semacam ini dapat Anda lakukan pada ponsel Android tanpa
ada masalah atau hambatan sama sekali.
8. Android bersifat open source
Android merupakan sistem operasi open source yang artinya
pengembang pihak ketiga dapat mengubah sistem dan fungsionalitas sesuai kemauan
dan kebutuhan. Android
dilisensikan di bawah Apache, pengembang dapat mengakses kode inti dan membuat
perubahan pada sistem Android. Para vendor smartphone
terkenal seperti OPPO, VIVO, Xiaomi, hingga Samsung juga melakukan perubahan
dan penambahan fitur pada Android seperti perubahan pada UI (user interface)
sistem dan ikon pada aplikasi.
9. Terhubung dengan penyimpanan
cloud
Android
terintegrasi ke penyimpanan cloud seperti
pencadangan file ke Google Drive. Google Drive sendiri
menyediakan penyimpanan sebesar 15 GB secara gratis untuk setiap akun. Sinkronisasi dengan penyimpanan cloud ini
memudahkan pengguna untuk beralih antara ponsel satu dengan ponsel
lainnya. Beberapa hal yang perlu di sinkronisasi seperti
kontak, pesan email, informasi nama pengguna dan kata sandi, kalender, catatan,
dan lainnya.
Tidak hanya Google yang menyediakan penyimpanan cloud, beberapa
vendor smartphone juga sudah menyediakan penyimpanan cloud seperti Xiaomi yang
hadir dengan Mi Cloud-nya.
10. Menambahkan Widget di layar
Android menyediakan
beragam Widget untuk ditampilkan pada beranda smartphone. Beberapa Widget yang
dapat membantu pengguna yaitu widget suhu, berita, jam, tanggal, dan lainnya.
Widget akan membantu pengguna dalam memberikan informasi sepanjang waktu (real-time).
Kekurangan OS Android
Meskipun memiliki banyak kelebihan, OS Android juga memiliki banyak
kekurangan, utamanya masalah konsumsi daya. Meskipun
saat ini banyak ponsel Android hadir dengan kapasitas baterai yang sangat besar
lengkap dengan fitur Fast Charging-nya, namun tetap saja sistem dan aplikasi
terinstall membutuhkan sumber daya yang cukup tinggi. Untuk mengetahui lebih
dalam mengenai kekurangan OS Android,
simak beberapa poin berikut ini.
1. Adanya kesulitan pengembang
Pengembang mendapat kesulitan saat mempelajari dan mengembangkan
aplikasi Android. Ini terjadi
karena adanya berbagai ukuran layar, yang harus dibuat menjadi aplikasi adaptif
untuk semua ukuran layar, yang tentunya cukup menantang bagi pengembang. Para
pengembang akan menulis kode yang begitu banyak dan sulit sampai dapat
digunakan pada berbagai varian ponsel Android.
2. Latar belakang yang
mengganggu
Android dengan versi
lama terganggu dengan banyaknya aplikasi yang berjalan di latar belakang. Untuk
versi barunya, aplikasi Android
tidak secara otomatis berjalan di latar belakang. Adanya aplikasi yang berjalan di latar belakang
inilah yang menyebabkan baterai cepat habis alias boros. Pengguna-pun
harus ikut andil dalam melihat aplikasi mana yang sering kali berjalan di latar
belakang. Dengan demikian, pengguna dapat menghentikan atau membatasi proses
tersebut melalui menu Setelan pada ponsel Android.
3. Spesifikasi ponsel
berpengaruh
Pengguna yang memiliki ponsel dengan spesifikasi rendah memiliki
keterbatasan dalam menjalankan aplikasi maupun game terinstall. Sistem Android atau aplikasi terinstall
akan berjalan lambat bahkan LAG ketika menjalankan beberapa
aplikasi secara bersamaan. Lebihnya lagi, Google membawa sejumlah aplikasi
default yang cukup banyak. Jika suatu waktu Anda menginstall banyak aplikasi
terbaru kemungkinan akan membuat ponsel menjadi tidak responsif, memori internal penuh, dan kondisi ponsel yang memanas
dengan cepat.
4. Pelindungan virus dan malware
Android memiliki keterbatasan dalam hal perlindungan virus.
Pengguna diberikan akses kemudahan untuk mengunduh beragam aplikasi dari situs
web eksternal, yang memungkinkan aplikasi tersebut berisi virus dan mencuri
data atau informasi Anda. Bahkan ada kemungkinan aplikasi yang tidak
bertanggung jawab (tidak jelas asal dan sumbernya dari mana) dapat mengandung
virus atau malware. Oleh karena itulah pengguna harus hati-hati dalam
menginstall aplikasi.
5. Adanya iklan pada aplikasi
OS Android mendukung iklan pada beragam aplikasi gratis yang
digunakan pengguna. Ketika Anda ingin fokus bekerja pada satu aplikasi, iklan
yang datang dan tampil mungkin akan mengganggu pekerjaan. Iklan tersebut dapat
dihilangkan dan terhapus dengan membeli lisensi untuk aplikasi atau dengan
menghapus instalasi aplikasi yang mengganggu.
6. Akun Google diperlukan
Android mengharuskan pengguna untuk daftar
dan mengotorisasi akun Google atau Gmail. Tanpa akun
Google, pengguna tidak bisa menggunakan layanan yang di sediakan seperti Google
Play Store, Google Drive, Google Photos, dan masih banyak lagi.
7. Kerja sistemnya cukup berat
Hal ini menyebabkan banyak memori yang dibutuhkan,
baik RAM maupun ROM. Bagi smartphone yang
memiliki RAM dan ROM berkapasitas kecil, tentu ini akan menghambat performanya.
8. Hasil modifikasi sering menyebabkan sistem bekerja
tidak stabil dan kurang optimal
Adakalanya hasil modifikasi mengakibatkan OS menjadi
sedikit lelet dan kurang responsif. Nantinya, bisa berpengaruh pada hardware sehingga menjadi cepat panas dan
kapasitas memori lebih mudah bocor.
9. Kurang responsif
jika disandingkan dengan spesifikasi hardware yang tidak
baik
Hal ini terjadi ketika kapasitas penyimpanan ram atau
kecepatan processor yang digunakan rendah.
Sistem Operasi
Android
Android
adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak
layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan
finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi
ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open
Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras,
perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar
terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan
Oktober 2008.
Antarmuka pengguna Android umumnya
berupa manipulasi langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan
nyata, misalnya menggeser, mengetuk, dan mencubit untuk memanipulasi objek di
layar, serta papan ketik virtual untuk menulis teks. Selain perangkat layar
sentuh, Google juga telah mengembangkan Android TV untuk televisi, Android Auto
untuk mobil, dan Android Wear untuk
jam tangan, masing-masingnya memiliki antarmuka pengguna yang berbeda. Varian
Android juga digunakan pada komputer jinjing, konsol permainan, kamera digital,
dan peralatan elektronik lainnya
Android
adalah sistem operasi dengan sumber terbuka, dan Google merilis 8 Universitas
17 Agustus 1945 Surabaya kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber
terbuka dan lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk
dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat,
operator nirkabel, dan pengembang aplikasi. Selain itu, Android memiliki
sejumlah besar komunitas pengembang aplikasi (apps) yang memperluas
fungsionalitas perangkat, umumnya ditulis dalam versi kustomisasi bahasa
pemrograman Java. Pada bulan Oktober 2013, ada lebih dari satu juta aplikasi
yang tersedia untuk Android, dan sekitar 50 miliar aplikasi telah diunduh dari
Google Play, toko aplikasi utama Android. Sebuah survei pada bulan April-Mei
2013 menemukan bahwa Android adalah platform paling populer bagi para
pengembang, digunakan oleh 71% pengembang aplikasi bergerak. Di Google I/O
2014, Google melaporkan terdapat lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan
Android, meningkat dari 583 juta pada bulan Juni 2013.
Faktor-faktor di atas telah memberikan
kontribusi terhadap perkembangan Android, menjadikannya sebagai sistem operasi
telepon pintar yang paling banyak digunakan di dunia, mengalahkan Symbian pada
tahun 2010. Android juga menjadi pilihan bagi perusahaan teknologi yang
menginginkan sistem operasi berbiaya rendah, bisa dikustomisasi, dan ringan
untuk perangkat berteknologi tinggi tanpa harus mengembangkannya dari awal.
Sifat Android yang terbuka juga telah mendorong munculnya sejumlah besar
komunitas pengembang aplikasi untuk menggunakan kode sumber terbuka sebagai
dasar proyek pembuatan aplikasi, dengan menambahkan fitur-fitur baru bagi
pengguna tingkat lanjut atau mengoperasikan Android pada perangkat yang secara
resmi dirilis dengan menggunakan sistem operasi lain.
Pada November 2013, Android menguasai pangsa pasar telepon
pintar global, yang dipimpin oleh produk-produk Samsung, dengan persentase 64%
pada bulan Maret 2013. Pada Juli 2013, terdapat 11.868 perangkat Android
berbeda dengan beragam versi. Keberhasilan sistem operasi ini juga
menjadikannya sebagai target ligitasi paten "perang telepon pintar"
antar perusahaan-perusahaan teknologi. Hingga bulan Mei 2013, total 900 juta
perangkat Android telah diaktifkan di seluruh dunia, dan 48 miliar aplikasi
telah dipasang dari Google Play.
Tunggu Apalagi? Konsultasikan segera kebutuhan digitalisasi
anda bersama http://www.depokwebsite.com
KONSULTASI GRATIS
0882-9037-8482 Admin
Alamat Kantor :
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor
Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16111
.png)
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar