Pengertian E-Commerce: Jenis, Contoh, dan Manfaat | www.depokwebsite.com
Pengertian E-Commerce:
Jenis, Contoh, dan Manfaat
Daftar Isi
· Manfaat Website Sebagai Platform E
Commerce
· Perkembangan e-Commerce Di Indonesia
· Rekomendasi Buku & Artikel Terkait
e-Commerce adalah salah satu bentuk kemajuan
teknologi yang bisa kita rasakan sekarang. Grameds pasti sudah tidak asing lagi
dengan keberadaan e commerce, terutama orang- orang yang suka berbelanja online
di internet.
Apakah Grameds jadi
salah satu golongan orang yang suka belanja online? Tepat sekali, kebanyak
orang mungkin memang suka berbelanja, baik wanita maupun pria, bahkan tidak
terpaut usia bisa memiliki sifat konsumtif.
Namun apakah Grameds
sudah memahami betul apa itu e commerce? Nah, perlu Grameds ketahui bahwa
berkat Internet, perkembangan teknologi telah membuka peluang bisnis baru.
Kemunculan e- commerce adalah salah satunya. Tapi tahukah Grameds apa itu e
commerce, apakah bisnis ini membantu Grameds untuk memenuhi kepuasan pada
perilaku yang sifatnya konsumtif? Bagaimana perkembangan Indonesia?
Nah, e-commerce adalah semua kegiatan yang
berhubungan dengan transaksi online yang berlangsung melalui internet atau
jaringan elektronik lainnya. Namun, secara umum, Grameds mengenal e-commerce adalah sebuah aktivitas
belanja online yang melibatkan jual beli produk fisik atau digital melalui
Internet. Bahkan, e-commerce juga mencakup kegiatan seperti jual beli,
perbankan, dan penyediaan jasa.
Nah, dalam artikel ini
akan membahas semua hal tersebut, mulai dari e-commerce hingga perkembangan
e-commerce itu di Indonesia:
Pengertian E-Commerce
Apa itu e-commerce? e-commerce adalah semua kegiatan
perdagangan yang dilakukan melalui media elektronik. Untuk televisi dan telepon
tersedia, tetapi lebih banyak e-commerce terjadi melalui Internet. Perkembangan
teknologi, khususnya Internet, mempengaruhi banyak bidang kehidupan, termasuk
ritel. Perdagangan telah berubah dalam hal proses jual beli dan pemasaran
produk. Proses perdagangan ini umumnya dikenal sebagai electronic commerce atau
singkatnya e-commerce.
Pengertian e-commerce menurut Laudon & Laudon
adalah proses penjualan dan pembelian barang secara elektronik oleh konsumen,
yang merupakan transaksi business-to-business dengan
perantara computer, yakni menggunakan jaringan komputer.
David Baum (1999)
kemudian juga mendefinisikan e-commerce sebagai seperangkat teknologi dinamis
dengan bentuk aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan bisnis, konsumen,
dan masyarakat melalui e-commerce dalam pertukaran barang, jasa, dan informasi
secara elektronik.
Pemahaman tentang e-commerce ini dapat menyebabkan
kesalahpahaman tentang bagaimana sistem e-commerce
dan pasar. Istilah e-commerce digunakan untuk menggambarkan semua transaksi
yang menggunakan media elektronik.
Sedangkan marketplace
sendiri merupakan salah satu model e-commerce dan berperan sebagai perantara
antara penjual dan pembeli. Penjual yang berdagang di pasar hanya perlu
membeli. Semua aktivitas lain, seperti manajemen situs web, telah diambil alih
oleh sebuah platform situs seperti Shopee dan Lazada sebagai dua contoh
marketplace.
E-commerce ini menawarkan banyak
perubahan terkait proses perdagangan. Jika proses jual beli tradisional membutuhkan
pertemuan tatap muka antara pembeli dan penjual, e-commerce tidak lagi
membutuhkannya. Pembeli dapat berdagang di berbagai kota tanpa pertemuan dan
berkomunikasi melalui internet. E-Commerce
menguntungkan pembeli dan juga penjual. Pembeli lebih hemat biaya dan waktu
karena tidak perlu jauh-jauh mencari barang yang dibutuhkan.
Selain kelebihan
tersebut, ada juga kekurangannya saat memproses transaksi jual beli melalui
Internet. Kerugiannya adalah pembeli tidak dapat melihat barang secara langsung
dan memegang bahan dari mana barang tersebut dibuat.
Misalnya, jika seorang
pembeli ingin membeli pakaian, citra dan persepsi pembeli tentang pembelian
tersebut dapat berbeda dengan produk yang dijual karena tidak dapat memegang
dan menyentuh bahan yang digunakannya.
Hal ini menyebabkan
kekecewaan di antara pembeli. Dalam hal produk elektronik, pembeli mungkin
mengalami kesulitan mengelola garansi, dan metode mengelola garansi tidak
jelas. Saat melakukan transaksi online, kepercayaan adalah aset terpenting bagi
penjual dan pembeli. Karena mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Jika
penjual melakukan kesalahan atau kebohongan, pembeli tidak akan percaya.
Jenis- Jenis E Commerce
Grameds mungkin
berpikir bahwa transaksi online hanya antara penjual dan pembeli. Namun, e-commerce dapat dibagi menjadi enam
kelompok seperti berikut ini
1.
Business-to-business
(B2B) adalah Jenis e-commerce di mana satu perusahaan
menjual produk atau layanan ke perusahaan lain. Dalam model e-commerce ini,
pembeli biasanya memesan barang dalam jumlah banyak. Contohnya adalah
perusahaan yang membeli perlengkapan kantor dari produsen.
2.
Business-to-Consumer
(B2C) Dalam jenis e-commerce ini, perusahaan menjual
produk atau layanan kepada konsumen. Secara umum, pelanggan e-commerce B2C
hanya terlibat dalam industri ritel. Aktivitas ini termasuk dalam kategori ini
jika Grameds sebelumnya telah membeli sesuatu dari toko online.
3.
Antar
Konsumen (C2C) Apakah
Grameds pernah menjual barang bekas kepada orang lain yang membutuhkan melalui
Internet? Kegiatan tersebut termasuk dalam jenis e-commerce ini. Dengan kata
lain, C2C adalah transaksi online antara dua orang.
4.
Consumer
to Business (C2B) adah
tidak seperti B2C. E-commerce C2B
adalah sistem di mana seseorang menjual produk atau layanan ke perusahaan. Misalnya,
desainer grafis menawarkan dan menjual logo ke perusahaan makanan.
5.
Business-to-Government
(B2A) adalah model e-commerce ini mirip dengan B2B,
tetapi pelakunya adalah perusahaan dan instansi pemerintah. Contoh B2A adalah
layanan pembuatan website untuk sistem manajemen online.
6.
Consumer
to Government (C2A) adalah jenis e-commerce
yang bekerja seperti C2B. Namun, transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga
pemerintah. E-commerce dengan model C2A jarang ditemukan di Indonesia. Jenis
transaksi yang terjadi biasanya berupa jasa.
Contoh E Commerce
Seperti yang sudah
disebutkan sebelumnya bahwa ada enam kategori e-commerce. Di bawah ini adalah
contoh dari masing-masing jenis e-commerce.
Namun untuk contoh pelanggan e-commerce pemerintah dihilangkan dari daftar ini
karena jarang ada situs web atau pasar yang menghubungkan pekerja lepas dengan
lembaga pemerintah secara lebih serius dan fokus pada profit layaknya seperti
berbisnis.
1. E-commerce Business
to business (B2B)
·
Electronic
City adalah e commerce yang menjual perlengkapan
kantor dan rumah tangga elektronik
·
Ralali selain menjual peralatan kantor
dan rumah tangga, e commerce ini juga menjual peralatan industri, restoran, dan
pertanian
·
Mbiz adalah e commerce yang hampir serupa
dengan Ralali, tetapi juga menawarkan layanan seperti housekeeping dan
perbaikan dinding
2. Business to consumer
(B2C)
·
Gramedia.com adalah e-commerce toko buku
online terbesar di Indonesia yang menjual beragam buku best seller dari
sejumlah penerbit ternama, alat tulis, peralatan sekolah dan kantor hingga
mainan anak. Tak hanya itu, Gramedia.com juga menyediakan alat olahraga
& hobi, alat musik, fashion dan aksesoris
·
Lazada adalah e commerce yang
menyediakan fashion, aksesoris, kosmetik dan elektronik pribadi
·
Blibli hampir serupa dengan e commerce
Lazada, tetapi juga menjual furniture, perlengkapan anak-anak, dan perlengkapan
olahraga
3. Customer to customer (C2C)
·
OLX adalah e-commerce yang menjual
berbagai produk, dari penggunaan pribadi hingga kendaraan dan peralatan rumah
tangga
·
Tokopedia hampir serupa dengan Shopee, tapi
pembeli juga bisa menemukan barang bekas di sini
·
Kaskus adalah forum terbuka dan tak
jarang para pengguna menjual barang bekas di sini
·
Shopee adalah salah satu platform
terbesar se Asia yang sudah membuka kantor di berbagai negara.
4. Customer to business (C2B)
·
Freelancer adalah situs web yang memberikan
keahlian kepada perusahaan yang membutuhkan freelancer
·
Upwork sama seperti Freelancer
·
iStock adalah website untuk bisnis yang
membutuhkan foto, video, dan ilustrasi digital untuk penggunaan komersial
5. Business To public administration (B2A)
·
Qlue adalh situs yang menyediakan
perangkat lunak untuk mendukung bisnis dan lembaga pemerintah, seperti sistem
manajemen kendaraan dan aplikasi analitik
·
Accela mendukung Pemerintah Pemerintah
dengan Konsep Perangkat Lunak sebagai Layanan
Manfaat e-Commerce
Perkembangan industri e-commerce di Indonesia sangat pesat.
Dengan banyaknya pebisnis online, Grameds mungkin bertanya-tanya apa manfaat
dari e-commerce? Berikut beberapa keuntungan yang bisa Grameds dapatkan dari
e-commerce:
1.
Jangkauan
Yang Luas– Sebagai pemilik
toko tradisional, Grameds hanya bisa menghubungi pembeli dari wilayah yang
sama. Apakah Grameds memiliki situs web e-commerce atau tidak, maka dampaknya
akan berbeda. Keuntungan pertama dari e-commerce adalah pembeli di seluruh
negeri dapat berdagang di toko Anda.
2.
Unlimited
Hours Atau Tidak Dibatasi Oleh Waktu– Bisnis di dunia nyata dapat dilakukan 24 jam sehari, tetapi
biaya untuk mendukungnya sangat besar. Pembeli dapat mengakses toko dan
berbelanja online, bahkan ketika mereka sedang tidur nyenyak. Manfaat
e-commerce tentunya sangat bermanfaat disini bagi kita semua.
3.
Biaya
Rendah– Biaya
pengoperasian instalasi online jauh lebih rendah daripada toko fisik. Paling
tidak, Grameds tidak perlu memikirkan gaji karyawan, sewa gedung, atau tagihan
listrik.
4.
Tidak
Perlu Stok Barang Sendiri–
Grameds bisa menjadi seorang dropshipper. Metode pemasaran ini memungkinkan
Grameds untuk menjual saat kehabisan stok. Ketika pesanan tiba, cukup transfer
ke produsen barang yang diinginkan.
5.
Memproses
transaksi dan pengiriman dengan mudah– Dengan tool online, Grameds tidak perlu khawatir untuk
memproses dan mengirimkan barang. Saat ini terdapat berbagai layanan pembayaran
elektronik yang diproses di Internet. Pengiriman juga dapat dilacak secara
online.
6.
Dapat
mempelajari kebiasaan pelanggan– Menjalankan bisnis online tanpa memahami perilaku pelanggan
artinya Grameds menyia-nyiakan investasi dalam bisnis. Saat ini sudah banyak
alat analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa data toko online, seperti:
Google Analitik.
7.
Bekerja
dari Mana Saja– Seperti
yang disebutkan sebelumnya, salah satu manfaat e-commerce adalah selalu dapat
diakses. Oleh karena itu, Grameds dapat menjalankannya dari mana saja dengan
perangkat dan koneksi internet yang tepat.
Manfaat Website Sebagai Platform E Commerce
Setelah Grameds sudah
memahami bahwa e-commerce adalah hal yang menguntungkan dan dapat dengan mudah
memulai bisnis, maka saatnya untuk melakukannya. Setidaknya ada tiga alat yang
tersedia untuk penjualan online.
Yakni, online
marketplace (seperti Tokopedia dan Bukalapak), website berpemilik, dan media
sosial. Marketplace dan media sosial tentu saja merupakan cara yang mudah.
Untuk memulai, cukup buat akun dan siapkan stan bisnis tersebut. Bahkan, tidak
ada biaya operasional yang harus dikeluarkan terlebih dahulu.
Ini bukan kesalahan,
tetapi tetap penting untuk memiliki situs web yang mewakili toko atau bisnis
Grameds. Berikut ini manfaat website yang lebih signifikan untuk e commerce
yang sedang Grameds jalani:
1. Membangun
Kredibilitas
Media sosial, atau
marketplace tentu menjadi etalase online yang mudah digunakan. Namun, tidak
banyak cara untuk memperkenalkan diri di kedua platform. Dalam kebanyakan
kasus, Grameds hanya dapat menjelaskan secara singkat produk atau layanan yang
ditawarkan.
Situasinya berbeda jika
perusahaan Grameds memiliki situs web sendiri. Situs web memberi Grameds kebebasan
untuk memutuskan desain dan fungsionalitas toko online tersebut. Misalnya,
Grameds dapat membuat iklan booth pameran dagang yang lebih sederhana dan mudah
dipahami pembeli.
Selain itu, menurut
survei Verisign, 84% konsumen percaya bahwa pengecer online yang menggunakan
situs web lebih dapat diandalkan daripada pengecer yang hanya menjual di media
sosial. Oleh karena itu, Grameds membutuhkan website untuk memasarkan brand
Anda. Selain itu, 77% pembeli potensial membaca ulasan produk secara online, dan
situs web tersebut adalah tempat yang tepat untuk menghubungi mereka.
2. Berfungsi Sebagai Katalog
Saat menjual barang di
media sosial atau marketplace, tidak ada pilihan untuk mendeskripsikan barang
tersebut. Di sisi lain, tampilan website bisa diatur sesuai kebutuhan.
Misalnya, Grameds dapat menampilkan produk yang berbeda dengan font untuk
membantu calon pembeli mengetahuinya.
3. Meningkatkan Pelayanan
Kepada Pembeli
Marketplace dan media
sosial memiliki kemampuan chat atau messaging yang dapat Grameds akses kapan
saja. Namun, mengelola pesan masuk bisa jadi membosankan jika banyak orang
sudah menunggu untuk berkomunikasi dengan toko. Tentu saja, jangan sampai lupa
menjawab pertanyaan dari calon pembeli. Untuk mengatasi masalah ini, Grameds
memerlukan situs web dengan kemampuan obrolan atau tiket yang lebih berkualitas
dan terorganisir.
4. Lebih Mudah Menemukan Brand
Di Mesin Pencarian
Menurut survei oleh GE
Capital Retail Bank, 81% orang menggunakan mesin pencari untuk mensurvei produk
mereka sebelum melakukan pembelian. Selain itu, 60% pembeli mengunjungi situs
e-commerce yang mereka temukan di mesin pencari sebelum membuat keputusan
pembelian akhir.
Tentu saja, dilihat
dari fakta-fakta ini, menjual di pasar atau di media sosial tidak menjamin
eksposur merek yang cukup. Pertimbangkan untuk berdagang secara independen dari
situs web e-commerce daripada menggunakan platform perantara.
5. Banyak Kompetitor Yang
Menggunakan Website
Persaingan bisnis di
Internet sangat ketat, apalagi jika produk dan jasa yang Grameds jual
ditawarkan oleh banyak vendor lain. Saat Grameds masih berdagang di
marketplace, banyak pesaing telah mencap merek mereka di situs toko online, dan
calon pembeli juga menggunakan mesin pencari untuk menemukan merek yang dapat
mereka percaya. Harap diingat bahwa ada baiknya Grameds menggunakan situs web
untuk memasarkan bisnis sebelum persaingan menjadi sengit.
6. Membuat Website Itu Mudah
Dan Murah
Sebenarnya tidak mudah
bagi banyak orang untuk memulai sebuah situs web. Nyatanya, prosesnya tidak
serumit yang Grameds bayangkan. Sebelum membuat situs toko online pertama,
Grameds hanya perlu membeli layanan hosting dan domain. Keduanya tidak
membutuhkan banyak sumber dana.
Perkembangan e-Commerce
Di Indonesia
Industri e-commerce
berkembang pesat di Indonesia akhir-akhir ini. Faktanya, negara kita adalah
salah satu dari 10 negara teratas dengan e-commerce dengan pertumbuhan tercepat
di dunia. Pada tahun 2018 saja, e-commerce Indonesia tumbuh 78%. Dari jumlah
tersebut, 17,7% disebabkan oleh pembelian tiket dan reservasi hotel.
Selain itu, pembelian
pakaian dan sepatu sebesar 11,9%, serta kosmetik dan produk kesehatan sebesar
10%. Dilihat dari statistik ini, situs e-commerce seharusnya sangat berguna
baik bagi mereka yang sudah menjalankan bisnis maupun yang baru memulai. Selain
itu, e-commerce memiliki banyak
keuntungan.
Tunggu Apalagi? Konsultasikan segera kebutuhan digitalisasi anda
bersama depokwebsite.com
KONSULTASI GRATIS
0882-9037-8482 Admin
Alamat Kantor :
CQCH+VMQ, Jl. Terapi Raya, RT.03/RW.19, Menteng, Kec. Bogor Bar., Kota
Bogor, Jawa Barat 16111
.png)

Komentar
Posting Komentar